Filosofi Menyetir #1

06.55.00

(Belajar) Menyetir jadi salah satu kegiatan yang intensif gue lakukan selama liburan ini. Kalo dibolehin, sampe Bandung juga woles deh hahahahahahahahaha sotoy aja dulu *emot nyender di tembok ala Line*

Oh iya, dengan bokap sebagai instruktur dan menjelaskan aturan-aturan lalu lintas dan tips trik mengemudi, gue jadi bisa mengkonversi tipsnya jadi tips yang agak maksa untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Yah, apa ruginya berbagi filosofi? Monggo disimak :)

Bukan rahasia lagi kalau motor dan mobil di jalan tuh, udah kayak anjing dan kucing. Susaaaaah banget akurnya. Angkutan umum aja kalo di jalan, meskipun bisa dibilang satu famili sama mobil, tapi udah bagaikan dua spesies yang saling membenci satu sama lain. Aseeek, bahasanya, Binomial Nomenclature1 banget. Hahahahahaha. Papa, sebagai salah satu pembalap mobil di jalanan demi ketepatan waktu sampai di kantor yang jauhnya kebangetan, udah sangat berpengalaman dengan dua transportasi diatas. Si beda-famili dan si sama-famili-tapi-beda-spesies-itu.

Terus, waktu itu ceritanya papa lagi nyetir di belakangnya motor. Si motor ini ngasih sen kanan tapi jalannya di kiri mulu. Papa, yang naluri alamiahnya pengen nyelip, jadi mikir sua kali sambil ngomel-ngomel didalem mobil. In the end, motornya beneran mau ke kanan, tapi jalannya ragu (entah ragu, entah kalem), dan papa pun dengan bahagianya bisa nyelip. Terus, papa mengeluarkan filosofinya :

"Jadi, Mbak, kalo nyetir, entah mobil entah motor, nggak usah ragu-ragu. Jalan aja terus, tapi ya tetep hati-hati. Biasanya, yang ragu-ragu tuh yang kecelakaan"

Gue inget, baru-baru ini, gue naik motor dari jalan yang super miring dan mau ke atas. Sambil boncengin temen. Gue, sebagai pengendara motor yang masiiiih sangat amatir dengan motor yang berat, agak kesusahan. Waktu mau ngegas keatas, pas banget ada mbak-mbak yang nyetir motor juga, tapi arahnya berlawanan. Karena gue masih fokus ngegas dan kurang fokus mengendalikan setir, gue sama mbaknya kayak masih bingung mau nyelip dia dari kiri apa kanan. Karena itu di jalanan komplek, jadi aturan kiri-kanan gak berlaku deh. Keliatan banget kalo gue takut dan hampiiiir aja nabrak mbaknya, kalo mbaknya jago dan menyesuaikan gue.

nah, ini juga yang bisa gue pelajarin. Kalo ngegas, gak usah ragu, tapi tetep hati-hati. Intinya tuh semua hal yang mau kita lakukan, mantap aja ngelakuinnya, nggak usah ragu. Gak usah takut. Ragu itu bisa bikin suatu kesempatan ilang. Ingat, chances are not forever. Nggak cuma kesempatan yang ilang, tapi kita bisa juga malah jadi ngerugiin temen kita sendiri. Yakin aja, sama apa yang akan kita lakukan. Benar atau salahnya emang penting, tapi, mana bisa kita tahu kita benar atau salah kalo kita belom nyoba?

Yuk, kita jangan ragy buat berbuat sesuatu, Berpegang teguh sama apa yang kita yakini. Yang penting, nyoba dulu, usaha dulu!" :D


#SalamMengemudi

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. Binomial Nomenclature (Indonesia : Tata Nama Biologi), merupakan aturan penamaan baku bagi semua organisme (makhluk hidup) yang terdiri dari dua kata dari sistem taksonomi (biologi), dengan mengambil nama genus dan nama spesies (Wikipedia)

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading!

Silahkan tulis comment kamu dibawah ini! Rekomendasi, pertanyaan, feedback, atau follow gfc juga boleh. Please use your real name and e-mail. Spam comments will be block. Thank you!

Popular Posts

Bloglovin'

Communities

Blogger Perempuan
Blogger Babes are Sophisticated Bloggers Seeking Simple Solutions and Support