Hectic-ness

22.09.00

Sudah kira-kira tiga minggu ini cara hidup saya nggak bener. Kuliah pukul 8 sampai pukul 16, besok paginya asistensian pukul 6. Besokannya lagi, pretes jam 6 pagi. Terkadang malah pretes pukul 5.30, dilanjutkan asistensian pukul 7. Setelah itu, lanjut kuliah pukul 8 sampai 16. Plus tugas laporan yang harus segera dikumpulkan. Selama seminggu itulah, tidur saya nggak lebih dari 5 jam. Ngantuk? Jelas. Rela tidur? Enggak. Haaah, mahasiswa.

Kalau kata kakak-kakak tingkat sudah nggak berasa, ya, memang benar. Lama-lama mati rasa. Ada pretes tinggal belajar, kalo inhal tinggal bikin tugas. Bikin laporan tinggal bikin. Asistensian tinggal bangun pagi. Kalau nggak sempet mandi, ya, apa boleh buat. Salah memang seperti ini, seolah hidup jadi kayak go with the flow. Tapi, enaknya adalah, saya jadi nggak terlalu mikirin tekanan dari ini semua. Kalau bahasa kerennya sih, do what you can do. 

Inilah lika-likunya jadi mahasiswa kedokteran. Kalau kata suatu gambar di social media yang saya lupa sumbernya, jadi dokter itu, kita edukasi pasien sesuatu yang seharusnya kita edukasi sendiri.
D (Dokter) : bu, tidurnya jangan kemalaman. Jangan sampai kecapaian ya, Bu, nanti drop lagi
P (Pasien) : oke, Dok. Makasih banyak. *kemudian pasien menerapkan saran si dokter*
D (Dokter) : (malamnya) *tidur 2-3 jam*
For real? Absolutely.

Ke-hectic-an inilah yang akan jadi teman kuliah selama setahun kedepan. Ke-hectic-an inilah yang akan menjadi bekal untuk kehidupan beberapa tahun kedepan. Ke-hectic-an inilah yang akan jadi kekuatan untuk para dokter dan calon dokter ini sampai matinya.

Hidup Dokter (dan calon dokter) Indonesia!

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading!

Silahkan tulis comment kamu dibawah ini! Rekomendasi, pertanyaan, feedback, atau follow gfc juga boleh. Please use your real name and e-mail. Spam comments will be block. Thank you!

Popular Posts

Bloglovin'

Communities

Blogger Perempuan
Blogger Babes are Sophisticated Bloggers Seeking Simple Solutions and Support