Celaka

17.19.00

Senin kemaren, saya mengalami kecelakaan ringan yang saya lakukan sendiri dan karena murni kebodohan saya sendiri. Karena alasan terburu-buru dan menghindari celaka, saya naik motor ngebut dijalan licin, dan..... tibo. Mana jelek bgt pula jatohnya duhduh.

Karena kelalaian saya ini, plantar pedis saya sobek dan harus dijahit, tangan dan kaki lecet-lecet, tangan dan dagu bengkak. Lagi ugly duckling banget, deh, pokoknya.

Beruntung, di belakang motor saya ada kakak tingkat dari angkatan 2011, jadi begitu saya jatuh, mbaknya langsung menolong saya, menenangkan saya ketika saya masih sombong dan berkata 'saya baik-baik saja'. Mana pas itu belom berasa kalau plantar pedisnya sobek. Akhirnya dia membawa saya ke medical center lalu dari situ dibawa ke rumah sakit naik ambulans. Di ambulans, saya menelpon teman kost saya, tujuan saya, dan papa saya. Teman-teman saya langsung ke rumah sakit, dan tetap dengan gaya unik mereka, mengembalikan keceriaan saya lagi. Sampe terlalu ceria, kayaknya. Hahahaha

Setelah itu, saudara saya yang sudah lamaaa sekali tidak saya temui, datang berkunjung. Berbagai pesan 'get well soon' sampai telepon kilat dari official berdatangan. Terharu :')

Melalui peringatan bude, saya belajar banyak. Saya diingatkan lagi. Rasanya Tuhan tuh udah ingetin, "Ndok, jangan sombong. Udah biasa ngebut naik motor, apalagi untuk alasan pelayanan, gak bikin kamu aman dan tepat." Puji Tuhannya, cuma sobek dan masih di area kampus, jadi gak terlalu ramai. Waktu sebelum ambulance datang, saya menekan bekas luka sambil berbisik, "Dalam nama Tuhan Yesus" berulang-ulang sambil berpikir, "Tuhan, plis jangan fraktur terbuka." Kepala saya yang mungil dan hanya dilindungi oleh helm murahan ini juga puji Tuhan gak kenapa-kenapa, padahal jatuh dua kali.

Saya juga ingat, beberapa waktu lalu, saya melihat motor tabrakan didepan mata saya, namun saya tidak berhenti untuk menolong, padahal saya sedang memakai jaket 'Medical Student of Indonesia'. Karena apa? Alasan bodoh, gak tau harus ngapain. Padahal, dengan saya bantu meminggirkan korban saja sudah sangat membantu. Dengan bantu bawa ke medical center / rumah sakit saja, sudah sangat membantu. Aku baru sadar kemarin. Dengan jaket yang sama, justru aku yang ditolong orang.

Karena kecelakaan ini jugalah, aku jadi bertemu dengan saudara-saudara yang sudah lamaaaa sekali tidak bertemu, padahal sudah tahu rumahnya yang mana, dan sudah puluhan kali juga melewati rumahnya. Alasannya, mereka gak nanyain saya duluan. Padahal, kalau saya bisa duluan, kenapa tidak?

Setelah berdoa dan renungan, saya jadi sadar. Se-ngeyel inikah aku, Tuhan, sampe perlu dibikin celaka dulu baru sadar? Mondar-mandir kesana kemari, agenda penuh sama aktivitas organisasi dan akademik, tapi nyapa Tuhan cuma formalitas. Ampun Tuhan, ampun.

For whoever read this post, syukurilah semua yang kamu punya. Berdoalah selama kau bisa. Memujilah selagi kau mampi. Serahin semuamuanya sama Tuhan, karena gak ada lagi yang bisa kita serahkan selain Dia.

For every single thing, give thanks. For every little activity, pray
Mahardhika Kartikandini

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading!

Silahkan tulis comment kamu dibawah ini! Rekomendasi, pertanyaan, feedback, atau follow gfc juga boleh. Please use your real name and e-mail. Spam comments will be block. Thank you!

Popular Posts

Bloglovin'

Communities

Blogger Perempuan
Blogger Babes are Sophisticated Bloggers Seeking Simple Solutions and Support