#BeautyReview : Maybelline Color Show Nail Polish

17.03.00


hai!

Balik lagi ke beauty review amatiran aku. Ceritanya aku ada banyakkk banget beauty product baru yang rasanya pingin aku review satu-satu, makanya sejauh ini isi blog ini seputar review review aja hahaha.

Anyway, ini produk udah lama banget sebenernya berkelana di Maybelline. Tapi, aku itu dari dulu skeptis banget sama kuteks, nggak mau beli yang mahal-mahal (karena gak sering pake dan takut beku), dan emang kecenderunganku kalau demen sama satu brand, semuanya beli yang itu. Sebenarnya, Maybelline ini adalah salah satu brand yang selalu aku pakai untuk BB Cream, bedak, dan mascara-nya, tapi aku nggak pernah sekalipun beli kuteksnya. Dulu aku selalu beli The Face Shop, Revlon, atau Oriflame. Iseng aja sih beli kuteksnya, berhubung warnanya lucu dan sangat affordable, baiklah akan kucoba.

Karena judul 'nyoba-nyoba', otomatis aku cuma beli satu warna. Dan memang waktu itu warna yang aku suka pada saat itu adalah warna Coral Craze nomor 211 ini aja. Setau aku dia punya banyak banget pilihan warna, tapi ya nggak merata di setiap counternya. Kalau mau liat swatch-nya bisa google aja ya kak :).

Warnanya so cute banget :3 Kebetulan aku memang lagi nyari kuteks warna cerah begini, berhubung beberapa kuteksku yang lama warnanya gelap dan mentereng banget.

First impression-ku atas kuteks ini adalah... dia mini banget. Sebenarnya sih ukurannya sama aja ya kayak kuteks-kuteks yang pernah kubeli sebelumnya, tapi kuteks lain itu sengaja desainnya ramping ke atas gitu jadi terkesan lebih besar. Sisi positifnya adalah dia nggak boros tempat.

Dari packaging-nya, dia pakai botol kaca dengan warna transparan dan tutup warna hitam. Simpel, lucu, imut, terkesan mini. Pas dibuka juga standar sih kayak kuteks-kuteks lainnya. Kuasnya sedikit lebih kecil dan pendek dibandingkan kuteks-nya Revlon. Sebenarnya aku lebih suka karena jadi gak terlalu berantakan hasilnya.

Kemudian, dari ingredients-nya. Hm nggak ada yang aku kenali sih bahan-bahannya, tapi sependengaran aku sih nggak ada kontroversi apa-apa tentang bahan-bahanya, so I figured it's safe.


Kemudian, dari pemakaiannya. Wah ini aku suka banget. Banget. Juara di hati sih kalau kata Yamaha. Tapi seriusan, di antara kuteks yang sudah pernah aku coba sebelumnya, ini yang paling juara di hatiku. Kuasnya kecil, jadi gampang di aplikasikan. Konsistensinya cair kayak Revlon, nggak sekental Oriflame dan The Face Shop, jadi aku rasa dia nggak akan gampang beku seperti The Face Shop. Tapi, pigmentasinya oke banget, sekali usap langsung keluar dan merata. Dan juga, dia cepet banget keringnya di kuku. 

Aku sedikit membandingkan ya dengan kuteks-kuteks ku yang lainnya. Mungkin nanti aku akan nge-review satu persatu.
- The Face Shop : pilihan warnanya cantik-cantik dan kuasnya juga agak kecil. Tapi, dia kental dan pigmentasinya agak kurang, harus dobel usapan terutama untuk warna-warna yang muda. Dan, yang aku paling nggak suka adalah, gampang banget bekunya :( Aku diemin 6 bulanan aja pasti udah kental-kental nggak jelas. 
- Oriflame : aku udah coba yang versi Oriflame Beauty dan versi The ONE-nya. Kalau The ONE itu yang middle brand, Oriflame Beauty yang low brand. Yang OB aku nggak suka karena dia lama keringnya dan pigmentasinya kurang. Yang The ONE ini sebenernya aku suka banget (meskipun kalau dibandingkan dengan Maybelline masih kalah), tapi dia keringnya lama. Other than that, pigmentasi oke, dan nggak gampang beku. 
- Revlon : aku punya yang versi lama, bukan yang Top Speed yang baru. Yang aku suka dari brand ini adalah nggak gampang beku dan nggak kental. Tapi, karena cairnya itu, pigmentasinya dia agak kurang, jadi harus dobel usap biar keluar. Tapi, kalau dobel usap, keringnya jadi lama, dan masih gampang kegeser. 


Kuteks ini amat sangat affordable, aku beli di Metro Department Store hanya Rp39,000, tapi kalau aku lihat di drugstore atau supermarket gitu malah lebih mahal, sekitar Rp40.000-an gitu, tapi nggak lebih dari Rp50.000. Nggak tahu ya kenapa, mungkin saat itu Metro lagi sale? haha

Sekarang kita bicara imperfections-nya. So far, aku suka banget, tapi tiada yang sempurna dalam hidup ini, apalagi brand drugstore. Sayangnya, kuteks ini nggak tahan lama. Apalagi, aku anaknya nggak bisa diem meskipun kukunya berkuteks, nggak bisa jaga kelakuan banget deh. Masih suka makan pakai tangan dengan beringas, ngorek-ngorek apa lah, pokoknya emang udah takdirnya kuteks nggak akan bertahan dengan lama kalau aku pakai. I dont know if you can see this, tapi di kuku di atas keliatan kan dia udah mulai boncel-boncel dan luntur di ujungnya? Ini adalah kuteks yang kupakai sekitar 2 hari lalu. Kuteks itu kalau luntur mulainya dari bagian ujung, dan menurutku sampai pada tahap yang aku harus hapus dan ganti itu membutuhkan waktu sekitar 4-5 hari. Kalau kamu pingin lebih tahan lama, bersikaplah lebih anggun dari pada aku, dan pakai top coat.

Kesimpulannya, aku masih amat suka kuteks ini, aku akan beli lagi tentunya.

Terima kasih banyak sudah membaca! Semoga review-ku ini berguna :3

Jangan lupa follow blog ini, share ke social media, dan comment feedbacknya yaa! I would really really like it. Maturnuwun.

Stay young and awesome, 


You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading!

Silahkan tulis comment kamu dibawah ini! Rekomendasi, pertanyaan, feedback, atau follow gfc juga boleh. Please use your real name and e-mail. Spam comments will be block. Thank you!

Popular Posts

Bloglovin'

Communities

Blogger Perempuan
Blogger Babes are Sophisticated Bloggers Seeking Simple Solutions and Support