#TalkAbout : You Defined YOU

01.39.00

Hai semua!

Post ini agak sedikit berbeda dengan post-post sebelumnya, karena di post kali ini aku mau sharing, yang semoga saja bisa membantu, tentang topik yang aku rasa aku harus sertakan di blog ini. Yaitu tentang kamu. 

Ya, kamu, hai kamu yang mencari jati diri. 

Post ini aku buat karena aku melihat fenomena sosial di luar sana mengenai banyak banget remaja yang kelihatan krisis identitas. Contohnya adalah, anak SD bertingkah seperti anak SMA, anak SMP berasa seperti anak kuliahan, dan semua orang merasa ingin dianggap dewasa. 

Kalau kamu pengamat social media, khususnya Instagram dan Youtube, kamu pasti tahu bahwa beberapa hari belakangan ini media dikejutkan dengan tingkah seorang anak lulusan SMA yang nangis kejer-kejer karena diputusin oleh pacarnya dan mengepos video nangis-nangis yang berakhir dengan viral-nya video tersebut. Aku nggak akan ngebahas video itu di sini, cukup aku dengan pertemananku saja, tapi aku nggak akan berbagi tanggapanku akan video itu disitu. 

Dari video tersebut, dan dari fenomena sosial yang aku lihat, aku merasa bahwa banyak banget remaja yang masih susah banget mencari jati diri. Dari mana taunya? Coba deh, kamu lirik selebgram, rata-rata mereka punya pacar, dan rata-rata mereka ngepost foto bareng pacarnya dengan caption yang super unyu dengan rata seolah langit pun tak akan bisa memisahkan mereka. Dan yang paling parah adalah, they can not do anything without their significant other. 
Source : Dreamer from Love This Pic
Salah satu yang saya sangat sayangkan dari selebgram yang videonya saya mention diatas adalah, bagaimana dia bercerita bahwa dia melepaskan mimpi-mimpinya demi mantannya yang hanya seumur jagung. Mendengar hal itu saya sedih... sekaligus bingung. Emang, nilai diri dinilai serendah itu? Pacar menentukan nilai diri? 

No way, man

Pertama, saya mau bilang dulu kalau remaja labil itu adalah sesuatu yang normal. Percayalah, remaja di usia SMP-SMA itu adalah masa-masa mencari jati diri, jadi nggak heran kalau emosinya naik turun, pengen mencoba berbagai macam hal, cita-cita dan impiannya banyak, sifat dipengaruhi oleh pertemanannya, yes itu normal and I've been there. Dan masa-masa itu menurutku adalah masa paling kelam, paling alay, sekaligus paling memberi pelajaran selama 22 tahun aku hidup. 

Tapi satu hal yang mau aku tekankan ke kalian, selabil apapun kalian, apa yang kalian cita-citakan, jangan pernah membuat orang lain menjadi life goals kalian. Mengidolakan seseorang, menjadikan seseorang sebagai inspirasi, itu boleh banget, tapi bukan berarti nilai diri kalian harus dibatasi pada orang tersebut. Kalian harus punya impian, cita cita, visi diri yang siapapun gak bisa ubah kecuali dirimu sendiri. It's ridiculous to change your life just because someone told you to. 

"Tapi kak, aku cinta sama dia, aku rela deh buang cita-citaku demi bersama dia."
"Tapi kak, dia nggak mau aku jadi dokter, dia mau aku jadi ibu rumah tangga."

Lah, emang lo siapanya dia? Pacarnya atau babunya? Kok mau aja disuruh-suruh gitu? 

Suporter yang baik, akan mendukung cita-citamu, akan memberikan kamu pundak untuk bersandar di kala kamu lelah, dada di kala kamu menangis, senyum bangga di kala kamu berhasil, dan sekaligus menjaga kamu tetap di jalan yang benar dari yang salah, bukannya menarik kamu dari cita-citamu. Kalau dia menarik kamu dari cita-citamu, either dia punya alasan yang kuat dan logis - misalnya untuk melihat keadaan diri kamu, kemampuan kamu, dan sebagainya, or they're not your supporter. Enough said.

Intinya, ngapain sih bela-belain stay sama orang yang bahkan nggak mau ngebelain cita-cita lo?

Kedua, aku juga mau bilang ke remaja muda di luar sana, berhentilah ingin cepat dewasa. Nggak usahlah anak SD cinta-cintaan, mending lo belajar pake beha yang bener sama pipis yang lurus dulu, baru ngomong cinta. Nggak usahlah anak SMP bertingkah 'nakal' dan dewasa, mending lo tentuin dulu cita-cita sama belajar yang bener. Kamu yang SMA, jaga diri dan pinter-pinterlah pilih pergaulan, karena sesungguhnya masa SMA adalah masa yang paling banyak cobaannya. Nggak usah ingin cepat dewasa, karena kamu juga akan dewasa pada masanya. Nggak bagus juga kok, masih muda tapi dandannya sok tua. 

Ketiga, pintar-pintarlah memilih inspirasi dan idola. Pilihlah idola yang memang berprestasi dan too good to be true, kayak misalkan idola gue adalah Tompi dan Maudy Ayunda, karena memang apa yang telah mereka achieve itu menginspirasi aku dan mendorong aku untuk meraih cita-cita. Jangan milih idola hanya karena dia gaul dan hits, karena itu semua hanya sementara. Apa lagi pake nyebut nyebut #lifegoals atau #relationshipgoals. Again, balik lagi ke alasan nomor satu kenapa gue sebel banget sama kedua istilah ini. 

So, nggak ada lagi yang bisa men-define dirimu selain dirimu. Not your friends, not even your boy/girlfriend. You define YOU.
Source : Emma from We Heart It
Sebelum saya tutup, saya mau bilang bahwa kehidupan remaja saya memang polos dan nggak main yang aneh-aneh, bukan karena saya sok suci, tapi karena saya cupu dan saya berprinsip emang nggak mau bertingkah YOLO (You Only Live Once) dan aneh-aneh. Tapi yang saya syukuri adalah, saya nggak pernah membiarkan orang lain men-define diri saya dan impian saya. 

And again, posting ini bukan untuk nge-judge, apalagi berkomentar tentang lifestyle orang, because I dont have any rights to judge other people's lifestyle on social media. Posting ini benar-benar karena aku ingin membuat reminder sekaligus arahan hidup untuk remaja-remaja di luar sana. Aku harap, kalian baik supporters atau haters, mengerti maksud dari postingan ini. Kalau ada bagian yang kalian setuju atau tidak setuju, baiklah kita ngobrol bareng di comment box

Sekian aja dulu sesi curhat slash sharing aku, semoga lewat tulisan aku ini bisa menginspirasi, mengatasi kegalauan kamu, dan menghibur kamu.

See you on my next post!

Stay young and awesome, 
Facebook | Instagram | E-mail
Share this post to your social media! Click the icon down below

You Might Also Like

17 komentar

  1. Selebgram yang videonya nangis2 diupload ke Youtube lg heboh bgt ya kayaknya. Agak sedih dengernya dia pake KJ krn ga siap UN demi nemenin pacarnya dan ngelepas cita2nya demi cowok yang ujung2nya putus. Itu tuh... hh ga rasional bgt menurutku :")) yg dirasain apaa coba. Btw aku suka quotes di gambar terakhirnya :3

    kaniarda.blogspot.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iyaa Arda pasti nonton juga ya. yah itu lah da, remaja sekarang krisis identitas, jati dirinya emg belum kuat jadi dia masih nyari-nyari pegangan gidu. Arda jangan jadi remaja kayak gitu ya :")

      Terima kasih Arda sudah mampir!

      Hapus
  2. wah gw kudet nih cil belom tau video yutup itu~

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaahhh sherly, coba buka youtube, kayaknya masih ada di halaman paling depan. Sayangnya videonya lama banget 20 menitan -_-

      Hapus
    2. Eh akhirnya gak kudet lagi. wkwk, ohh si Awkarin tuh kan yak? Kalo Cilla gak buat blog post ini mungkin gw kudet mulu. Wkwk, soalnya blog Cilla yang pertama gw baca soal si Karin ini -_-

      Ealah, kelakuannya tuh loh

      Hapus
  3. Great write up..
    http://sepatuholig.blogspot.com
    ig @grace_njio

    BalasHapus
  4. Suka banget sama tulisan ini dan sangat2 setuju sama pemikiran kamu, dear. I just watched the 'viral' video yg kamu maksud (pasti yg itu deh haha) and yes, it completely stunned me. True that we should know our own value, even put ourselves as a priority before loving someone else! I only hope the young generation realize it after watching the video, bukannya malah kepingin punya romansa cinta seperti video viral tersebut.

    Oh Dear Bumblebees

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank you, Mitch! I'm glad you're agree with me.
      Iyaa bener banget, remaja sekarang emang beda banget yaa sama jaman kita dulu (berasa udah tua banget yak wkwk), terlalu teracuni dengan berbagai hal yang keliatannya cool tapi harusnya jangan dicontoh. Well, I hope remaja-remaja labil itu ngebaca tulisan ini dan kembali ke jalan yang benar.
      Terima kasih banyak Mitch sudah mampir!

      Hapus
  5. Bagus kak tulisan nya :') jadi lebih semangat buat mengejar cita cita lagi. sepertinya #relationshipgoas itu banyaknya menyesatkan

    Skilled-daydreamer.blogspot.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo kak Rinda, numpang komen, klo kayak positive sih menurut aku ga salah. Btw salam kenal ya >_< *maaf JB*

      contohnya kaya pak Habibie Aiunun *halah* :D

      Hapus
    2. Halo kak Tiara
      Iya sih,bener kak. Cuman yang suka Pak Habibie dan Bu Ainun kayanya cuma kalangan usia yang lebih matang. Kalau anak kemarin sore mah taunya yang ada di instagram doang....
      Padahal, kenyataan nggak semanis itu.......
      #tsah .

      Hapus
    3. Hai Rinda! Makasih yaaaa.
      Yang penting pintar2 milih aja si goals yg baik dan yg benar, abis skrg semua selebgram dikomen relationshipgoals -___-
      Kalau kata Kak Claradevi di Ibu Ibu Hot, relationshipgoals adalah your own relationship, jd jangan bandingin dan nyontoh-nyontoh hubungan pacarannya org lain kalo kamu sendiri ga nyaman dgn itu :)

      Dan Tiara, setuju bgt! Cari yg emg positif aja, misal Habibie Ainun, Chelsea-Glenn, dan sebagainya :)

      Glad to inspire dan makasih banyak yaa sdh mampir!

      Hapus
  6. Pas ngeliat fotonya mikir, kak Chilla,, kamu sudah lulus kuliahkah? :'D



    *apalah* aku... bingung sih mau komentar apa, tapi biarlah, hidup adalah pilihan tapi memang pilihan bisa dibentuk oleh sebuah kesalahan *sok bijak amat ya*

    Hihihihi <3

    *ga pernah nonton tv tapi saya tau deh kayaknya*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Tiara :D
      Iyaa aku baru aja lulus kuliah Maret lalu.
      Bener bangett pada akhirnya hidup itu memilih lifestyle, pergaulan, idola, dan sebagainya. Aku cuma mau share cara memilih yang baik sih hehehe.

      Ini rame kok di yutub tirrr ^^

      Hapus
  7. ini yang dimaksud pasti si aw*****n, terkadang miris sih liatnya apalagi katanya anak pinter, bukan mau nge judge atau gimana ya tapi sedih aja ngeliatnya apalagi kayaknya banyak dedek2 gemes yang ngejadiin si aw****n sebagai role model :/

    talkingwithbeki.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaps bener banget Beki, the star of youtube this week.
      Aku juga miris liatnya. I mean, aku gak masalah kalau dia memilih gaya hidup seperti itu, karena itu hidupnya dan she should know how it would affect her life, and it's none of our business. Tapi, sedih ngeliat dedek dedek polos yang baru puber, malah mengidolakan dia dan menganggap dia keren, dan malah yg jelek-jelek dan 'gaul'nya dicontoh. Hhhh generasi jaman sekang yha.

      Anyway, terima kasih Beki sudah mampir!

      Hapus

Thank you for reading!

Silahkan tulis comment kamu dibawah ini! Rekomendasi, pertanyaan, feedback, atau follow gfc juga boleh. Please use your real name and e-mail. Spam comments will be block. Thank you!

Popular Posts

Bloglovin'

Communities

Blogger Perempuan
Blogger Babes are Sophisticated Bloggers Seeking Simple Solutions and Support