#DiaryKoassCilla Tegangnya Menunggu Ibu-Ibu Lahiran | Cerita Koass Obsgin

13.01.00

source : clipartfest.com
Hello again, Beauties!

Setelah berjuta-juta komentar tagihan buat nulis lagi (lebay sih, gak berjuta-juta juga. Followers aja belum seceng), akhirnya ku mengumpulkan niat untuk menulis lagi. Lagi belum niat ngepost tentang beauty-beauty-an, aku cerita koass aja, deh! Yuk cussss.

Jadi setelah bergelut dan menggelinding di stase Anak, kita pindah ke stase mayor yang kedua, yaitu Obstetri & Ginekologi, atau Ilmu Kandungan. Jujur aja sebelum mulai stase ini aku udah degdegsyur, karena banyak banget kabar burung yang tersiar bahwa stasenya ribet lah, capek lah, dan lain sebagainya. Tapi yaaa sudahlah apa boleh dikata, kita harus tetap jalan.

Baca juga : Cerita Koass Anak

Yang paling melelahkan dari stase ini adalah ke luar kota 3x selama 8 minggu. Jadi minggu II, IV, dan VI aku ikut stase kandungan di RSUD Wonogiri, RSUD Cepu, dan RSUD Blora. Disana bertiga atau berempat bareng temen koass yang lain, juga ada 2 residen yang ikut membimbing kita disana. Nggak kebayang sih kalo nggak ada residen, kita bakalan sebingung apa disana :")

*Residen = dokter umum yang sedang dalam pendidikan menjadi spesialis. Hampir semua stase di moewardi ada residennya, tapi ada juga yang enggak, Tergantung UNS-nya membuka programnya apa enggak.

Stase kandungan, berarti nontonin orang lahiran dong Cil?

Yes so true.

Aku masih inget jaga pertamaku, ada pasien ibu hamil yang datang dengan KPD (Ketuban Pecah Dini) dan udah aterm (cukup usia kehamilan), sehingga diputuskan untuk langsung dilahirkan saja. Ke-hectic-an di dalam VK/Kamar Bersalin itu.... luar biasa :") Koas nya langsung ada yang tensi, ada yang DJJ (denyut jantung janin), ada yang TFU (tinggi fundus uteri), residennya langsung anamnesis, langsung diperiksa, langsung di USG, ada yang nulis status. Ada yang sambil komando-komando teriak-teriak, pokoknya pressure-nya luar biasa :"). Tapi ya wajar sih mengingat situasi persalinan itu adalah sesuatu yang urgent. Salah dikit, nyawa ibu dan bayi jadi korbannya. Dulu awal-awal sih kaget banget dengan suasana tegang ini.

Di luar kota, aku juga dapat kesempatan untuk memimpin persalinan sendiri. Yaa sambil dibantuin bidan dan residen juga sih. Inget banget persalinan pertamaku, masih sangat kaku dan keliatan banget paniknya :") sampe lupa ngoperin bayi yang baru lahir ke bidan untuk di lap dan harus diingetin dulu sama bu bidan. Dodol banget HAHAH yah namanya juga pemula yha. Terima kasih banget buat ibu-ibu bidan yang sudah sangat sabar membimbingku yang sangat dodol perihal persalinan ini :")

Absen wajib : absen selfie
Nggak semua kehamilan itu normal. Apalagi di rumah sakit, kasus kasus kayak Intra Uterine Fetal Death (IUFD/Kematian bayi dalam kandungan), kehamilan ektopik (tumbuhnya janin di luar kandungan), kehamilan presentasi bokong/presbo/sungsang, sampai yang bayi kembar juga udah pernah aku lihat. Seru sekaligus menegangkan banget melihat kehamilan presbo dengan tali pusat yang melilit.

Selain soal kehamilan, banyak juga penyakit kandungan lainnya, seperti mioma uteri*, kanker, dan lain-lainnya. Kasus kanker banyak banget yang aku temui, dan kebanyakan sudah stadium 3 ke atas. Kalau kata salah satu staff terfavoritku di stase ini, belajar lah memahami cerita pasien dari sisinya dia. Tentu seorang dokter menginginkan yang terbaik dan tercepat untuk pasiennya, namun terkadang kita lupa bahwa pasien juga membutuhkan sedikit empati dan perhatian.

*Mioma uteri = tumbuhnya massa jinak/non kanker dalam kandungan

Have I told you a story about koas' superstition?

Aku lupa apakah aku pernah cerita di post sebelumnya, tapi ada takhyul tentang koas wangi dan koas bau. Koas wangi adalah koas yang kalau jaga, biasanya pasiennya sedikit, tenang, nggak banyak repot, sehingga bisa beristirahat dengan tenang. Koas bau adalah koas yang kalau jaga, nasibnya selalu kedapatan pasien dan selalu repot sehingga waktu istirahatnya terpakai. Ada plus minus nya jadi koas bau dan koas wangi, jadi koas bau itu capek tapi banyak pengetahuan dan pengalaman, jadi koas wangi itu gak capek tapi minim pengalaman. Paling enak ditengah-tengahnya lah yha hahaha.

Soo anyway, gue percaya gue adalah koas wangi. Dan teman-teman sekelompokku juga mempercayai hal itu. Beberapa kali aku jaga itu pasiennya aman, yaaa paling satu dua lah, cukup untuk belajar dan cukup untuk istirahat. Sering juga malam berlalu tanpa pasien sama sekali.

Tapi, malam itu, adalah malam terbau yang pernah aku rasakan. Entah mengapa.

Jadi, selama 16 jam jaga malam (yaps kita jaga 16 jam. Makanya jangan heran kalau kantung mataku semakin hitam dan semakin sayu), satu tim jaga dibagi dua, sebagian jaga di VK dan sebagian pengawasan di bangsal selama 8 jam, lalu bergantian. Jadi ceritanya malam itu aku jaga di bangsal dulu. Pasien pengawasan memang nggak banyak, tapi entah mengapa selaluuuu ada saja masalah yang bikin kami gak bisa tenang. Ada yang tensinya tiba-tiba naik lah, ada yang tiba-tiba sesak napas lah, ada yang minta diganti obat lah, ada yang tiba-tiba penurunan kesadaran lah, pokoknya 8 jam yang seharusnya bisa curi-curi tidur gak bisa tenang.

Lalu akhirnya kami gantian ke VK. Ternyata VK penuh pasien bro. Pasien ngantri udah kayak ngantri sembako, semuanya menunggu untuk lahiran bayinya. Yang harusnya 1 bed dikhususkan untuk partus*, ini bisa 2-3 partus terjadi bersamaan. Sampe jam 4 pagi aja, aku baru bisa duduk. Kami sampai heran ini ibu-ibu pada janjian lahiran apa gimana sih. Total 9 pasien datang malam itu. Yang seharusnya kami tim jaga bikin CC/Laporan Pagi, kami gak kuat bikinnya, dan kebetulan staff yang seharusnya memimpin gak bisa datang. Syukurlah. Udah nggak kuat lagi kak.

*Partus = persalinan

Dan tiba-tiba pagi datang tanpa aku belum tidur sedikit pun. Muka udah super lelah, kalau ada kamera rasanya mau melambaikan tangan ke kamera lalu pingsan. Dan paginya lanjut dengan stase IBS/Bedah kandungan sambil merem melek dan tidur sambil berdiri.

Ya, tidur sambil berdiri. Ternyata bertambah kemampuanku.

IBS setelah malam badai.
So far yang paling mencengangkan dari stase ini adalah melihat ibu-ibu lahiran secara langsung untuk pertama kalinya. Bagaimana ia datang dengan kondisi kontraksi perut yang luar biasa, Muka udah gak jelas, kesakitan, dan persalinan pun lebih sakit lagi. Duh. Aku gak kebayang gimana rasanya lahiran. Aw. Ngeliatnya aja udah ngilu :"

Pesan moral stase ini adalah,
1) Hormatilah ibumu karena hamil isinya kamu itu luar biasa perjuangannya.
2) Jangan menolak rejeki makan gratis meskipun kamu berusaha menahan makan
3) Hati-hati dengan dokter-dokter galak. Yang baik juga banyak sih, tapi hati-hati aja jangan macem-macem
4) (Note to self) Tambahin belajar jahitnya ya Cil :")

Dan dua bulan di obsgin pun berakhir. Agak baper sih meninggalkannya, mengingat banyak banget ilmu yang didapatkan dan pengalaman yang dirasakan, dan baiknya residen-residennya, tapi lega juga meninggalkan suasana tegangnya hahaha.

Koass obsgin, sign out.

Thru all those "api-api" and stress and drama, 8 weeks is over!

Next up, koass radiologi dan bacaan hitam putih penuh imajinasinya!




Stay young and awesome
Facebook : Mahardhika Kartikandini 
Facebook Page : The Rainbow Days by Cilla
Instagram : @mkartikandini
Google + : Mahardhika Kartikandini
E-mail : mkartikandini@ymail.com
Share this post to your social media! Click the icon down below

You Might Also Like

11 komentar

  1. Seru ya bu dokter pengalamannya.... Suka bacanya... Jadi tahu juga ni istilah2 kedokteran yg umum tp Susan ngapalinya... Hehehe

    BalasHapus
  2. Cil, seru banget sih.. Wah jadi belum apa-apa nih sama kalau aku lembur. Tetep jaga kesehatan ya Cil, ditunggu seri cerita koas selanjutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wekekeke melelahkan tapi seru ya er :"D maaciii udah mampir!

      Hapus
  3. Yeayy akhirnya part 2 nya udah dipost. Seru abis bacanya. Aku yg cuma bayangin aja gakuat kak wkkw sibuk banget yahh. Tetap semangat ka cilla,seperti biasa, ditunggu kelanjutannya<3

    kaniarda.blogspot.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahah lumayan sih daaa tapi tetep semangat koook. makasih banyaak! semangat juga kamuuu <3

      Hapus
  4. errrghhh.. merinding aku kalau jagain orang yang mau lahiran. . . tetap semangat ya, dokter cilla hehehe \(^o^)/ semoga kelak jadi dokter yang baiknya. . .

    rahmaediary.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini juga merinding kok rahmaa :") apaboleh buat tuntutan pekerjaan :") amiiin, makasih banyak doanya Rahmaaa, sukses juga buat kamuu <3

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Errrrrrrrrrrrr bantuin ibu2 lahiran ._. Pengalaman tak terlupakan banget ya bok! Gw pengen lebih banyak dokter kandungan perempuan, soalnya sekarang2 ini dokter kandungan kebanyakan lelaki. Kenapa yah Cil?


    tulisandarihatikecilku.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai sher!
      Mungkin karena pekerjaan dokter kandungan itu berat sher waktu pendidikan maupun pas udah jadi dokter spesialisnya. Aku ngebayangin kalo cewek yang berani ambil obsgin itu cewek cewek super bakoh super strong super tabah jiwa dan raga sih wkwk. Aku sendiri gak minat karena ga kuat pressurenya :")

      Hapus

Thank you for reading!

Silahkan tulis comment kamu dibawah ini! Rekomendasi, pertanyaan, feedback, atau follow gfc juga boleh. Please use your real name and e-mail. Spam comments will be block. Thank you!

Popular Posts

Bloglovin'

Communities

Blogger Perempuan
Blogger Babes are Sophisticated Bloggers Seeking Simple Solutions and Support